inilah garut

Mengungkap Fakta Dengan Berita

Kepala Sekolah SDN 1 Cigaronggong Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Garut, Dugaan Penyelewengan Dana PIP

CIBALONG, inilahgarut.com – Dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2021-2022 oleh Kepala Sekolah SDN 1 Cigaronggong, Desa Cigaronggong, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, telah menimbulkan kehebohan. Orang tua murid bersama dengan WRC PAN-RI Jawa Barat melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Garut pada tanggal 7 Maret 2024.

Kejadian ini bermula setelah tiga tahun dana PIP yang seharusnya diterima oleh siswa kelas 1-6 tidak kunjung dicairkan oleh pihak sekolah. Orang tua murid SDN 1 Cigaronggong kemudian melakukan unjuk rasa pada tanggal 8 Januari 2024, menuntut pertanggungjawaban dari pihak sekolah terkait pencairan dan penggunaan dana PIP. Mereka juga mengeluhkan kesulitan untuk memeriksa status pencairan dana PIP karena semua buku rekening PIP sejak tahun 2021 hingga 2023 dikuasai oleh pihak sekolah.

Dalam konfirmasi langsung kepada pihak sekolah pada tanggal 4 Maret 2024, guru-guru, operator sekolah, dan komite sekolah menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa mengenai dana PIP yang menjadi permasalahan. Mereka menjelaskan bahwa sejak DIAN S.Pd menjabat sebagai Kepala Sekolah pada Juni 2020, pengelolaan dana PIP dilakukan sendiri oleh Kepala Sekolah tanpa melibatkan guru-guru atau komite sekolah. Seluruh buku rekening PIP milik siswa juga dikuasai oleh Kepala Sekolah.

Setelah unjuk rasa dan komunikasi yang berkelanjutan antara pihak sekolah dan orang tua murid, Kepala Sekolah akhirnya mengakui bahwa dana PIP tahun 2021-2022 telah digunakan olehnya tanpa izin dan tanpa memberikan penjelasan kepada pihak sekolah. Dalam surat pernyataan tertulis, Kepala Sekolah menyatakan akan bertanggung jawab atas pengembalian dana PIP kepada semua siswa dan mengembalikan buku rekening PIP kepada masing-masing siswa.

Dampak dari tindakan tersebut, DIAN S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 1 Cigaronggong dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Garut pada tanggal 7 Maret 2024. Kasus ini menyorot pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan untuk kepentingan siswa dan pendidikan yang lebih baik. (Dea islami)

>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini