inilah garut

Mengungkap Fakta Dengan Berita

Penyaluran BLT-DBHCHT Bagi Petani Tembakau di Garut Kisruh, Undang Herman: “Dinas Sosial ini pola pendataannya bagaimana? Timpang dan Banyak Yang Tidak Tepat Sasaran”

INILAHGARUT.COM, Sukaresmi – Dalam pelaksaan penyaluran BLT-DBHCHT Kabupaten Garut ini dikritisi Aktifis Petani Tembakau, Undang Herman yang menilai adanya ketimpangan penyaluran dan diduga tidak tepat sasaran.

“Salah satu dugaan tak tepat sasaran penerima BLT-DBHCHT adanya contoh di salah satu desa, ada penerima yang jelas-jelas bukan buruh tani, petani, tidak ada hamparan pertanian tembakau bahkan belum tahu tanaman tembakau tapi jadi penerima BLT-DBHCHT,” tandas Undang Herman saat ditemui dejurnal.com di Sukaresmi, Garut, Sabtu (28/12/2023).

Undang Herman pun mengungkapkan adanya ketimpangan data dari banyaknya besaran penerima BLT-DBHCHT yang notabene hanya terpusat di empat kecamatan.

“Dari jumlah sembilan ribu lebih penerima BLT-DBHCHT, hampir lima ribuan terpusat di empat kecamatan yaitu Tarogong Kaler, Leles, Kadungora dan Banyuresmi, sisanya tersebar di 20 kecamatan, ini sangat timpang sekali,” katanya.

Menurut Undang Herman, kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Garut ada dua puluh empat dengan varian luas lahan berbeda. “Jika banyaknya penerima BLT-DBHCHT hanya terpusat di empat kecamatan saja, ini pola pendataannya bagaimana,” Tuturnya. **

>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini